Menanam Harapan, Memanen Masa Depan - Benih Sumber Untuk Ketahanan Pangan
MAMUJU-BRMP Sulbar terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung swasembada pangan melalui produksi dan penyediaan benih sumber padi yang bermutu dan bersertifikat. Tim Perbenihan BRMP Sulbar melaksanakan penanaman benih sumber padi bersama Kelompok Tani Sinar Maros di Desa Beru-beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju. Lahan seluas ±8 ha ditanami varietas unggul baru (VUB) Padjajaran Agritan dan Inpari 32 HDB kelas FS (Benih Dasar) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketersediaan benih berkualitas di tingkat petani.
Kegiatan penanaman dilakukan dengan pendekatan Good Agricultural Practices (GAP) Padi, yang mencakup pemilihan benih unggul, pengolahan lahan, penggunaan pupuk dan pestisida secara bijak, pengelolaan air efisien, serta penanganan panen dan pascapanen yang higienis. Bibit ditanam pada umur 17 hari setelah semai dengan jarak tanam 25 x 25 cm dan 2–3 bibit per lubang. Setelah tanam, pertanaman diairi setinggi 2–3 cm selama tiga hari untuk merangsang pertumbuhan anakan baru, dilanjutkan dengan pola pengairan berselang. Selanjutnya akan dilaksanakan tahapan pemeliharaan meliputi pemupukan berimbang, penyiangan dan pembasmian gulma, serta pengendalian hama dan penyakit secara terpadu.
Tim Perbenihan BRMP Sulbar menargetkan output sebesar 25 ton Gabah Kering Panen (GKP) dari kegiatan ini, dengan harapan terjalin kerja sama yang solid bersama Kelompok Tani Sinar Maros demi tercapainya hasil optimal. Produksi benih sumber ini diharapkan mampu mempercepat adopsi VUB padi oleh petani serta memperlancar rantai sistem produksi benih dari Benih Penjenis (BS), Benih Dasar (BD), Benih Pokok (BP), hingga Benih Sebar (BR).
Keberadaan BRMP Sulbar sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian menjadi kunci dalam penyediaan benih sumber padi yang terstandar dan bersertifikat. Penggunaan benih bersertifikat merupakan langkah awal yang sangat menentukan terhadap kualitas input produksi berikutnya. Oleh karena itu, penanganan budidaya padi harus dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan dari hulu hingga hilir agar hasil yang diperoleh lebih maksimal dan berdaya saing.
Peningkatan produktivitas usaha tani padi sangat bergantung pada ketersediaan benih unggul yang adaptif dan berpotensi hasil tinggi. Budidaya padi harus terus dikembangkan mengingat tingginya ketergantungan masyarakat terhadap beras sebagai bahan pangan pokok. Melalui kegiatan ini, BRMP Sulbar menegaskan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional dengan memperkuat fondasi produksi benih di tingkat daerah.